Tujuan mata pelajaran
Kimia dicapai oleh peserta didik melalui berbagai pendekatan, antara lain
pendekatan induktif dalam bentuk proses inkuiri ilmiah pada tataran inkuiri
terbuka. Proses inkuiri ilmiah bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir,
bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek
penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran kimia menekankan pada
pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan
pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Sikap ilmiah menurut
beberapa ahli:
·
Menurut
Carin dan Sund
Sikap ilmiah mencakup sikap : ingin tahu, kerendahan hati,
ragu terhadap sesuatu, tekad untuk maju, dan berpikir terbuka.
Sikap
ilmiah mengandung dua makna (Harlen, 1989), yaitu attitude toward science dan
attitude of science. Sikap yang pertama mengacu pada sikap terhadap sains sedangkan
sikap yang kedua mengacu pada sikap yang melekat
setelah mempelajari sains. Jika seseorang memiliki sikap tertentu, orang itu cenderung
berperilaku secara konsisten pada setiap keadaan. Dari pandangan Harlen di
atas, sikap ilmiah dikelompokkan menjadi dua yaitu;
1. Seperangkat sikap yang menekankan sikap tertentu terhadap sainssebagai suatu cara memandang dunia serta dapat berguna bagi pengembangan
karir di masa datang.
2. Seperangkat sikap yang jika diikuti
akan membantu proses pemecahan masalah.
·
Gega (Patta Bundu, 2006: 140) mengatakan aspek-aspek sikap ilmiah
mencakup: sikap ingin tahu, sikap penemuan, sikap berpikir kritis,
dan sikap teguh pendirian.
·
American
Association for Advancement of Science (Patta Bundu, 2006: 140) memberikan
penekanan pada empat sikap ilmiah yaitu: sikap jujur, sikap
ingin tahu, berpikir terbuka, dan sikap keragu-raguan.
Dari
beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sikap ilmiah adalah sikap
yang melekat dalam diri seseorang setelah mempelajari sains yang mencakup:
1. Sikap ingin tahu
Aspek sikap ingin tahu meliputi antusias mencari jawaban,
perhatian pada objek yang diamati, antusias pada proses sains,
dan menanyakan setiap langkah kegiatan.
2.
Sikap
respek terhadap data/fakta
Aspek sikap respek terhadap
data/fakta meliputi objektif/jujur, tidak buruk sangka, mengambil keputusan
sesuai fakta, dan tidak mencampur fakta dan pendapat.
3. Sikap berpikir kritis
Aspek sikap berpikir
kritis meliputi meragukan temuan orang lain, menanyakan setiap
perubahan atau hal baru, mengulangi kegiatan yang dilakukan, dan
tidak mengabaikan data meskipun kecil.
4.
Sikap
penemuan dan kreativitas
Aspek sikap penemuan dan kreativitas
meliputi menggunakan fakta-fakta untuk dasar kesimpulan, menunjukkan laporan
berbeda dengan orang lain, merubah pendapat dalam merespon terhadap fakta,
menyarankan percobaan-percobaan baru, dan menguraiakan kesimpulan baru hasil
pengamatan.
5. Sikap berpikiran terbuka dan
kerjasama
Aspek sikap berpikiran terbuka dan
kerjasama meliputi menghargai pendapat temuan orang lain, mau merubah pendapat
jika data kurang tepat, menerima saran dari orang lain, tidak merasa selalu benar,
mengaggap setiap kesimpulan adalah tentative dan berpartisipasi aktif dalam
kelompok.
6. Sikap ketekunan
Aspek sikap ketekunan meliputi
melanjutkan kebiasaan meneliti atau melakukan percobaan, mengulangi percobaan
meskipun berakibat kegagalan, dan melanjutkan suatu kegiatan meskipun orang
lain selesai lebih awal.
7.
Sikap
peka terhadap lingkungan sekitar.
Aspek sikap peka terhadap lingkungan
sekitar meliputi perhatian terhadap peristiwa sekitar, partisipasi pada
kegiatan social, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
0 komentar:
Posting Komentar